MAKALAH MANAJEMEN KESISWAAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam
Islam, segala sesuatu harus dilakukan secara rapi, benar, tertib, dan teratur.
Proses-prosesnya harus diikuti dengan baik, tidak boleh dikerjakan secara
asal-asalan. Hal ini merupakan prinsip utama dalam ajaran Islam. Sesuai dengan
prinsip itu, maka manajemen dalam arti mengatur segala sesuatu agar dilakukan
dengan baik, tepat dan tuntas merupakan hal yang disyariatkan dalam ajaran
Islam.
Keberhasilan
dalam penyelenggaraan lembaga pendidikan (sekolah) khususnya pendidikan Islam
akan sangat bergantung kepada komponen pendukung manajemen yang digunakan dalam
suatu lembaga pendidikan Islam tersebut, seperti kurikulum yang sesuai dengan
tingkat perkembangan dan karakteristik siswa, peserta didik, pembiayaan,
kemampuan dan komitmen tenaga kependidikan yang handal, sarana-prasarana yang
memadai untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar serta partisipasi masyarakat
yang tinggi. Bila salah satu hal di atas tidak sesuai dengan yang diharapkan
atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka efektivitas dan efisiensi
pengelolaan sekolah Islam tersebut kurang optimal.
Salah
satu elemen keberhasilan pendidikan islam ialah peserta didik/ murid yang
merupakan input dalam suatu lembaga pendidikan tersebut. Keberadaannya sangat
dibutuhkan. Sedangkan keberhasilan suatu pendidikan dilihat melalui output yang
dihasilkan, yang mempunyai mutu atau kualitas yang tinggi. Output yang tinggi
biasanya dihasilkan melalui input yang tinggi pula. Maka dari itu suatu sekolah
islam yang ingin meningkatkan kualitas pendidikannya harus meningkatkan
kualitas inputnya dahulu. Walaupun input suatu sekolah tersebut baik, sekolah
tersebut tidak mungkin baik jika tidak didukung dengan manajemen yang baik
pula.
Kebutuhan
peserta didik dalam mengembangkan dirinya tentu saja beragam dalam hal
pemprioritasan, seperti disatu sisi para peserta didik ingin sukses dalam hal
prestasi akademiknya, disisi lain ia juga ingin sukses dalam hal sosialisasi
dengan teman sebayanya. Bahkan ada juga peserta didik yang ingin sukses dalam
segala hal. Pilihan-pilihan yang tepat atas keberagaman keinginan tersebut
tidak jarang menimbulkan masalah bagi para peserta didik. Oleh karena itu
diperlukan layanan bagi peserta didik yang dikelola dengan baik. Manajemen
peserta didik berupaya mengisi kebutuhan layanan yang baik bagi peserta didik,
mulai dari peserta didik tersebut mendaftarkan diri sekolah sampai peserta
didik tersebut menyelesaikan studinya.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apakah Manajemen Peserta Didik itu?
2.
Apa sajakah tujuan,fungsi dan peran dari Manajemen
Peserta Didik tersebut?
3.
Apa sajakah yang mencakup dari lingkup Manajemen Peserta
Didik tersebut?
C.
TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian tentang Manajemen
Peserta Didik
2. Untuk mengetahui tujuan, fungsi dan peran
dari Manajemen Peserta Didik
3. Untuk mengetahui ruang lingkup dari
manajemen peserta didik dalam suatu sekolah
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Manajemen Peserta Didik
Berdasarkan asal katanya, manajemen peserta
didik merupakan penggabungan dari kata manajemen dan peserta didik. Manajemen
berasal dari kata to manage
yang berarti mengelola/ pengelolaan yang dilakukan melalui proses dan dikelola
berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu sendiri. Manajemen adalah
pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah/organisasi yang diantaranya
adalah manusia, uang, metode, material, mesin dan pemasaran yang dilakukan
dengan sistematis dalam suatu proses.
Sedangkan
peserta didik menurut ketentuan umum Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional adalah anggota masyarakat yang berusaha
mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada
jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Peserta didik adalah orang yang
mempunyai pilihan untuk menempuh ilmu sesuai dengan cita-cita dan harapan masa
depan.
Dari
pengertian diatas, disimpulkan bahwa Manajemen Peserta Didik(Pupil
Personnel Administration) adalah layanan yang
memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa di kelas
dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individuan seperti
penggembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di
sekolah.
2.
Tujuan,
fungsi dan prinsip manajemen peserta didik
Tujuan
manajemen peserta didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar
kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan
(sekolah) yang dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat
memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan
secara keseluruhan serta mampu menata proses kesiswaan mulai dari perekrutan,
pembelajaran sampai dengan lulus sesuai dengan tujuan institusional agar dapat
berlangsung secara efektif dan efisien.
Fungsi
manajemen peserta didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk
mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi
individualitasnya, segi sosial, aspirasi, kebutuhan dan segi-segi potensi peserta
didik lainnya. Manajemen kesiswaan bertugas mengatur berbagai kegiatan dalam
bidang kesiswaan agar proses pembelajaran di sekolah islam berjalan
dengan tertib, teratur, dan lancar. Untuk mewujudkan tujuan tersebut terdapat
sejumlah prinsip yang harus diperhatikan. Prinsip-prinsip menurut Depdikbud
adalah sebagai berikut:
1.
Siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek,
sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan
pengembilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka.
2.
Kondisi siswa sangat beragam ditinjau dari kondisi fisik,
kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat dan seterusnya. Oleh karena itu
diperlukan wahana kegiatan yang beragam sehingga setiap siswa memiliki wahana
untuk berkembang secara optimal.
3.
Siswa hanya akan termotivasi belajar, bila mereka
menyenangi apa yang diajarkan.
4.
Pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah
kognitif tetapi juga ranah afektif dan psikomotorik.
3.
Ruang
lingkup manajemen peserta didik
Secara
umum, sedikitnya memiliki tiga tugas utama yang harus diperhatikan, yaitu
penerimaan murid baru, kegiatan kemajuan belajar, serta bimbingan dan pembinaan
disiplin. Berdasarkan tersebut ruang lingkup manajemen peserta didik berkaitan
erat dengan :
1.
Perencanaan kesiswaan.
2.
Penerimaan, Penyeleksian dan Orientasi siswa baru
3.
Pengelompokan siswa
4.
Pembinaan disiplin siswa
5.
Kegiatan ekstra kurikuler
6.
Layanan Khusus yang Menunjang Manajemen Peserta Didik
7.
Organisasi Siswa Intra Sekolah
8.
Evaluasi kegiatan siswa
9.
Perpindahan siswa
10.
Kenaikan kelas dan penjurusan
11.
Kelulusan dan alumni.
©
Perencanaan Peserta Didik
Dalam
perencanaan peserta didik mencakup sensus sekolah dan penentuan jumlah peserta
didik yang diterima. Pendataan calon peserta didik merupakan salah satu
komponen penting dalam perencanaan pendidikan. Dengan data yang diperoleh dari
sensus sekolah akan dapat ditetapkan:
a.
jumlah dan lokasi sekolah,
b.
batas daerah penerimaan siswa suatu sekolah.
c.
jumlah fasilitas transportasi,
d.
layanan program pendidikanm
e.
fasilitas pendidikan bagi anak-anak cacat,
f.
laju pertumbuhan pendidikan khususnya anak-anak usia
sekolah disekitar sekolah.
©
Penerimaan, Penyeeksian dan Orientasi Peserta Didik
Penerimaan
peserta didik perlu dikelola sedemikian rupa mulai dari perencanaan penentuan
daya tampung sekolah islam atau jumlah siswa baru yang akan diterima, dengan
mengurangi daya tampung dengan jumlah anak yang tinggal dikelas atau mengulang.
Kegiatan tersebut biasanya dikelola oleh panitia penerimaan siswa baru
atau PSB.
Langkah-langkah penerimaan siswa baru adalah
sebagai berikut:
a.
membentuk panitia penerimaan murid,
b.
merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterima
c.
menentukan syarat pendaftaran calon,
d.
menyediakan formulir pendaftaran,
e.
pengumuman pendaftaran calon,
f.
menyediakan buku pendaftaran,
g.
waktu pendaftaran,
h.
penentuan calon yang diterima.
i.
menyusun progam kegiatan kesiswaan
Setelah
peserta didik diterima, maka dilakukan penyeleksian peserta didik, yaitu
kegiatan pemilihan calon peserta didik untuk menentukan diterima atau tidaknya
calon peserta didik menjadi peserta didik di lembaga pendidikan (sekolah)
tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Adapun
cara-cara seleksi yang dapat digunakan adalah:
·
Melalui tes atau ujian
·
Melalui penelusuran bakat kemampuan
·
Berdasarkan nilai STTB atau nilai UAN
Setelah
peserta didik di seleksi, maka yang dilakukan selanjutnya adalah
pengorientasian dimana orientasi, yaitu kegiatan penerimaan siswa baru dengan
mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan (sekolah) tempat peserta
didik itu menempuh pendidikan. Tujuan diadakannya orientasi bagi peserta didik
antara lain:
·
Agar peserta didik dapat mengerti dan mentaati segala
peraturan yang berlaku di sekolah
·
Agar pesera didik dapat berpartisipasi aktif dalam
kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan sekolah.
·
Agar peserta didik siap menghadapi lingkungannya yang
baru baik secara fisik, mental dan emosional sehingga ia merasa betah dalam
mengikuti proses pembelajaran di sekolah serta dapat menyesuaikan dengan
kebutuhan sekolah.
©
Pengelompokan Peserta Didik
Pengelompokan
siswa dimaksudkan agar dalam pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar
di sekolah islam dapat berjalan lancar, tertib dan dapat mencapai tujuan-tujuan
yang telah ditetapkan. Pengelompokan Peserta Didik (Pembagian Kelas), yaitu
sebelum peserta didik diterima pada sebuah lembaga pendidikan (sekolah)
mengikuti proses pembelajaran, terlebih dahulu perlu ditempatkan dan
dikelompokkan dalam kelompok belajarnya. Pengelompokan peserta didik yang
dilaksanakan pada sekolah-sekolah sebagian besar didasarkan kepada sistem kelas
Ada
beberapa jenis pengelompokan siswa diantaranya:
a.
Pengelompokan dalam kelas-kelas.
b.
Pengelompokan berdasarkan bidang studi
c.
Pengelompokan berdasarkan spesialisasi
d.
Pengelompokan dalam sistem kredit
e.
Pengelompokan berdasarkan kemampuan
f.
Pengelompokan berdasarkan minat.
©
Pembinaan Disiplin Peserta Didik
Disiplin
adalah suatu kegiatan dimana sikap, penampilan dan tingkah laku peserta didik
sesuai dengan tatanan nilai, norma dan ketentuan-ketentuan yang berlaku di
sekolah dan kelas dimana mereka berada. Dalam peningkatan kedisiplinan biasanya
terdapat tata tertib suatu sekolah yang harus dipetuhi oleh seorang siswa
misalnya: hadir 10 menit sebelum pelajaran dimulai, mengikuti seluruh kegiatan
pembelajaran dengan baik, dan mengerjakan semua tugas yang diberikan. Kewajiban
menaati tata tertib yang ada merupakan hal yang penting karena merupakan bagian
dari sistem persekolahan yang dilaksanakan dan juga sebagai sebuah kelengkapan
sekolah islam dalam menjalankan proses pembelajaran.
Di
samping itu, dapat juga dilakukan hal lain dalam rangka pembinaan kesiswaan
seperti :
1.
Pengaturan tata tertib sekolah karena merupakan salah
satu alat yang dapat digunakan oleh kepala sekolah untuk melatih siswa agar
dapat mempraktikkan disiplin;
2.
Pemberian promosi seperti dengan adanya kenaikan kelas
yang merupakan perpindahan dari satu kelas ke kelas lainnya yang lebih tinggi
setelah melalui persyaratan tertentu yang telah dibuat dan norma tertentu juga
yang telah ditetapkan oleh sekolah.
3.
Pemberian hak mutasi, sementara mutasi merupakan
perpindahan siswa dari satu sekolah ke sekolah lainnya karena alasan tertentu.
Mutasi harus dilakukan dengan prosedur tertentu dan mekanisme tertentu pula
serta harus dicatat pada dua sekolah, sekolah asal dan sekolah yang dituju.
4.
Pengelompokan siswa, kegiatan pengelompokan siswa
merupakan kegiatan yang biasanya dilakukan setelah seorang siswa dinyatakan
lulus dan boleh mengikuti program pembelajaran di sekolah tertentu. Kegiatan
pengelompokan ini dimaksudkan agar tujan yang telah ditetapkan dalam proses
pembelajaran dapat tercapai secara optimal dengan efektif dan efisien. Wujud
dari kegiatan pengelompokan ini ialah pembagian siswa kedalam kelas-kelas
maupun kelompok belajar tertentu dengan alasan dan pertimbangan tertentu
seperti tingkat prestasi yang dicapai sebelumnya dan lain sebagainya.
Tiga
(3) pilar manajemen pembinaan kesiswaan, yaitu
a)
Berwawasan masa depan, maksudnya mendidik para siswa
untuk optimis, aktif, dan berfikir positif untuk mampu membina diri menuju
kwalitas hidup yang lebih baik. Dalam konteks ini siswa di bina guna mengedepankan
sikap rasional daripada emosional. Siswa dapat memandang masa depan apa yang
diinginkan dan bagaimana yang akan dihadapinya.
b)
Memilki keteraturan pribadi (self regulation), maksudnya
adalah membina para siswa untuk memiliki kehidupan yang terarah dan terprogram.
Para siswa harus menyadari akan pentingnya perhatian terhadap makna waktu.
Dengan Self Regulation diharapkan terbentuk manusia yang terbiasa dan bekerja
keras, berprestasi berkompetisi saling berlomba untuk mencapai yang terbaik.
c)
Kepedulian social
(holy social sense), maksudnya membina siswa untuk memiliki rasa kepedulian
social yang baik. Siswa diarahkan untuk peduli kepada lingkungan sosialnya dan
pada orang-orang disekitarnya.Mau membantu orang-orang yang membutuhkannya dan
tidak menjadi manusia individualis. Dengan holy social sense siswa diarahkan
memahami dirinya serta memiliki empati..
Di
samping itu, Kepala Sekolah juga dituntut untuk melakukan pemantapan program
siswa. Hal ini berkaitan dengan selesainya belajar siwa. Apabila siswa telah
selesai dan telah menamatkan studinya, lulus semua mata pelajaran dengan
memuaskan, maka siswa berhak mendapatkan surat tanda tamat belajar dari kepala
sekolah. Untuk mencapai dan melaksanakan tugas-tugas tersebut, seorang kepala
sekolah harus melakukan hal-hal berikut ini yaitu
Ø
Meliputi pengelolaan perencanaan kesiswaan,
Ø
Mengadakan pembinaan dan pengembangan kegiatan siswa
serta mengevaluasi kegiatan ekstra kurikuler.
©
Kegiatan Ektra Kurikuler
Yang
dimaksud dengan kegiatan tersebut adalah kegiatan yang dilaksanakan di sekolah
islam namun dilaksanakan diluar jam sekolah secara resmi. Artinya diluar jadwal
pelajaran yang tercantum. Tujuan dari adanya kegiatan ini adalah memperkaya dan
memperluas wawasan siswa dan juga membantu menanamkan nilai-nilai pada diri
siswa.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kegiatan ekstra kurikuler
adalah:
1.
Peningkatan aspek pengetahuan sikap dan ketrampilan.
2.
Dorongan untuk menyalurkan bakat dan minat siswa
3.
Penetapan waktu dan obyek kegiatan yang disesuaikan
dengan kondisi lingkungan.
4.
Jenis-jenis kegiatan ekstra yang disediakan seperti
pramuka, PMR, kesenian, olahraga dan sebagainya.
Sedangkan
kegiatan Ko Kurikuler dilaksanakan dalam berbagai bentuk, misalnya mempelajari
buku-buku pelajaran tertentu, mengerjakan PR, atau mengadakan kegiatan lain
diluar sekolah islam. Pada intinya kedua kegiatan ini bertujuan untuk
mengembangkan pribadi siswa.
©
Organisasi Siswa Intra Sekolah
OSIS
adalah satu-satunya organisasi yang bersifat intra sekolah yang harus ada di
sekolah islam Tsanawiyah maupun Aliyah. OSIS berfungsi sebagai wadah untuk:
1.
pembinaan pemuda dan budaya
2.
pembinaan stabilitas dan ketahanan nasional
3.
pembentukan watak dan kepribadian dalam integrasi
sekolah.
4.
pencegahan pembinaan siswa yang kurang dapat
dipertanggung jawabkan.
5.
pembinaan aktifitas intra sekolah yang berorientasi pada
kegiatan yang bersifat edukatif.
6.
pemberian kesempata seluas-luasnya bagi pengembangan
potensi siswa.
Tujuan
OSIS adalah untuk:
1.
mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang memiliki
jiwa pancasila, berkepribadian luhur, moral dan mental yang tinggi,
berkecakapan serta berpengetahuan yang siap untuk diamalkan.
2.
mempersiapakan siswa agar menjadi warga negara yang
mengabdi pada Tuhan YME, tanah air dan bangsanya.
3.
menggalang kesatuan dan persatuan yang kokoh di sekolah
dalam satu wadah OSIS.
4.
menghindarkan siswa dari pengaruh-pengaruh yang tidak
sehat.
Kegiatan
ini dibina oleh kepala sekolah dan dibantu oleh guru yang mempunyai kompetensi
dalam keorganisasian.
©
Layanan
Khusus yang Menunjang Manajemen Peserta Didik
1.
Layanan Bimbingan dan Konseling
Menurut
Hendyat Soetopo, bimbingan adalah proses bantuan yang diberikan kepada siswa
dengan memperhatikan kemungkinan dan kenyataan tentang adanya kesulitan yang
dihadapi dalam rangka perkembangan yang optimal, sehingga mereka memahami dan
mengarahkan diri serta bertindak dan bersikap sesuai dengan tuntutan dan
situasi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
2. Layanan Perpustakaan
Perpustakaan
merupakan salah satu unit yang memberikan layanan kepada peserta didik, dengan
maksud membantu dan menunjang proses pembelajaran di sekolah, melayani
informasi-informasi yang dibutuhkan serta memberi layanan rekreatif melalui
koleksi bahan pustaka.
3. Layanan Kantin/Kafetaria
Kantin/
warung sekolah diperlukan adanya di tiap sekolah supaya makanan yang dibeli
peserta didik terjamin kebersihannya dan cukup mengandung gizi. Para guru
diharapkan sekali-kali mengontrol kantin sekolah dan berkonsultasi dengan
pengelola kantin mengenai makanan yang bersih dan bergizi. Peran lain kantin
sekolah yaitu supaya para peserta didik tidak berkeliaran mencari makanan
keluar lingkungan sekolah.
4. Layanan Kesehatan
Layanan
kesehatan di sekolah biasanya dibentuk sebuah wadah bernama Usaha Kesehatan
Sekolah (UKS). Usaha kesehatan sekolah adalah usaha kesehatan masyarakat yang
dijalankan sekolah.
5. Layanan Transportasi Sekolah
Sarana
angkutan (transportasi) bagi para peserta didik merupakan salah satu penunjang
untuk kelancaran proses belajar mengajar. Transportasi diperlukan terutama bagi
para peserta didik ditingkat prasekolah dan pendidikan dasar.
6. Layanan Asrama
Bagi
para peserta didik khususnya jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi,
terutama bagi mereka yang jauh dari orang tuanya diperlukan diperlukan asrama.
Selain manfaat untuk peserta didik, asrama mempunyai manfaat bagi para pendidik
dan petugas asrama tersebut.
©
Evaluasi Kegiatan Siswa
Dalam
evaluasi kegiatan siswa terdapat berbagai langkah yang perlu diperhatikan:
Ø Penentuan
standar, yang dimaksud standar adalah patokan mengenai suatu keerhasilan atau
kegagalan dalam suatu kegiatan.
Ø Mengadakan
pengukuran. Pengukuran dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan yang telah
dilaksanakan.
Ø Membandingkan
hasil pengukuran dengan standar yang telah ditentukan.
Ø Mengadakan
perbaikan. Maka dari itu perlu untuk mengetahui standar agar dapat
digunakan sebagai umpan balik sebagai perbaikan dalam pelaksanaan suatu
kegiatan, supaya pelaksanaan kegiatan memenuhi target yang telah ditetapkan.
©
Perpindahan Siswa
Perpindahan
siswa mempunyai dua pengertian, yakni perpindahan siswa dari suatu sekolah
islam ke sekolah islam lain yang sejenis dan perpindahan siswa dari suatu jenis
program ke jenis program lain. Perpindahan siswa dari suatu sekolah islam
ke sekolah islam lain yang sejenis pada dasarnya dikarenakan perpindahan
wilayah atau tempat. Perpindahan siswa dari suatu jenis program ke jenis
program lain lebih dikarenakan kurang cocoknya siswa masuk dalam program
tersebut. Maka dari itu untuk mengantisipasi hal tersebut, pada saat penjurusan
harus menentukan jurusan setepat-tepatnya bagi siswa dengan melihat
kecenderungan dan karakeristik siswa bahkan dengan data yang lengkap yang
dimiliki oleh pihak sekolah islam.
©
Kenaikan Kelas dan Penjurusan
Pencatatan
dan Pelaporan, yaitu tentang kondisi peserta didik perlu dilakukan agar pihak
lembaga dapat memberikan bimbingan yang optimal pada peserta didik. Kenaikan
Kelas dan Penjurusan dapat diatur dalam peraturan sekolah yang didasarkan pada
kebijakan yang ada pada sekolah. Dalam pelaksanaan kenaikan kelas dan
penjurusan seringkali muncul berbagai masalah yang memerlukan penyelesaian
secara bijak. Masalah ini dapat diperkecil jika data-data tentang hasil
evaluasi siswa obyektif dan mendayagunakan fungsi. Juga para guru harus
berhati-hati dalam memberikan nilai hasil evaluasi belajar kepada siswa.
©
Kelulusan dan Alumni
Kelulusan
adalah pernyataan dari sekolah islam sebagai suatu lembaga tentang telah
diselesaikannya program pendidikan yang harus diikuti oleh siswa. Kelulusan ini
ditandai dengan adanya Ijazah atau STTB. Prosesnya biasanya ditandai dengan
pelepasan siswa dalam suatu upacara.
Sedangkan
hubungan dengan alumni, para sekolah islam tetap menjaga hubungan dengan para
alumninya. Demikian juga para alumni juga biasanya bangga dengan sekolah islam
dimana ia bersekolah dan menempuh pendidikan dahulu.
.
.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Manajemen
Peserta Didik atau Pupil Personnel Administration adalah layanan yang
memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa di kelas
dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individuan seperti
penggembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di
sekolah. Pada intinya manajemen peserta didik di suatu sekolah membantu sisiwa
untuk mengembangkan dirinya yang sesuai dengan program-program yang dilakukan
oleh sekolah atau sekolah islam tersebut.
Tujuan
Manajemen Peserta Didik adalah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik agar
kegiatan-kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan
(sekolah); lebih lanjut, proses pembelajaran di lembaga tersebut (sekolah)
dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi
bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.
Sedangkan fungsinya adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk
mengembangakan diri seoptimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi
individualitasnya, segi sosial, aspirasi, kebutuhan dan segi-segi potensi
peserta didik lainnya.
Adapun
prinsip-prinsip Manajemen Peserta Didik antara lain adalah penyelenggara harus
mengacu pada peraturan yang berlaku pada saat program dilaksanakan. Manajemen
Peserta Didik harus mempunyai tujuan yang sama dan atau mendukung terhadap
tujuan. Segala bentuk kegiatan haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam
rangka mendidik peserta didik, diupayakan untuk mempersatukan peserta yang
mempunyai keragaman latar belakang dan dan punya banyak perbedaan, sebagai
upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik, mendorong dan memacu
kemandirian peserta didik, fungsional bagi kehidupan peserta didik, baik di
sekolah lebih-lebih di masa depan.
Maka
jelaslah bahwa manajemen kesiswaan memegang pernan penting dalam menciptakan
generasi masa depan yang berbudaya dan berilmu pengetahuan serta berbasis
keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Yang Maha Pencipta
DAFTAR
PUSTAKA
Mulyasa.
2007. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Rohiat.
2009. Manajemen Sekolah. Bandung: PT Refika Aditama
Tim Dosen Administrasi Pendidikan Universitas
Pendidikan Indonesia. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Yamin,
Martinis. 2007. Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press
No comments:
Post a Comment